Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA dan dibuka dengan sambutan resmi dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Mahadin Sibarani, ST., M.T., yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya keselamatan berlalulintas di wilayah NTT.
Perwakilan World Bank, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis bukti dan partisipatif sangat penting untuk mengidentifikasi tantangan keselamatan jalan di daerah pedesaan dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.
Tim FRED Engineering memaparkan profil kegiatan, menyampaikan daftar pertanyaan dan kuesioner, serta memfasilitasi diskusi mendalam terkait:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
– Isu pembiayaan dan teknis
– Kesiapan fasilitas kesehatan
– Mekanisme pelaporan kecelakaan
– Mitigasi dan penanganan korban di lapangan
– Rencana Aksi Keselamatan LLAJ Provinsi NTT
– Identifikasi dan penanganan black spot serta trouble spot.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jasa Raharja NTT, Sumantri Muhammad Baswan menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung program tersebut.
Melalui program Keselamatan Transportasi Jasa Raharja seperti Pelatihan pertolongan pertama dan gawat darurat (PPGD), Mobile unit keselamatan lalu lintas (MUKL), Pengajar Peduli Keselamatan LaluLintas (PPKL) dan sosialisasi keselamatan melalui media digital dengan menggandeng lintas instansi.
“Sinergi ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi di Provinsi NTT. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor akan menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Sumantri.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















