Warga Kelurahan Naibonat Keluhkan Aroma Limbah Kotoran Sapi. Minta Ditertibkan!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 September 2024 - 21:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 295 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga lainnya yang enggan disebutkan namanya, menyangkan sikap Petrus Yoseph yang tidak peduli kesehatan lingkungan dan warga sekitar.

Ia meminta Pemkab Kupang melalui instansi terkait agar segera menertibkan kandang sapi milik Petrus Yoseph tersebut.

Warga Kelurahan Naibonat Keluhkan Aroma Limbah Kotoran Sapi. Minta Ditertibkan!
Foto: Kondisi kandang sapi milih Petrus Joseph yang dikeluhkan warga Kelurahan Naibonat.

“Kami minta supaya pemerintah perintahkan dia (Petrus Yoseph) agar bongkar kandang itu. Tidak hanya bongkar kandang tapi dia harus buang semua cirit sapi dari kandang. Karena kami sangat tersiksa dengan bau busuk cirit sapi”, pungkasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi keluhan warga RT 03, RW 02 tersebut, Lurah Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Agapito Soares Pinto menegaskan akan segera memanggil Petrus Yoseph terkait persoalan yang dikeluhkan warganya itu.

“Nanti besok (Selasa, 1 September) saya akan panggil Ketua RT setempat supaya kasih tau dia (Petrus Yoseph) supaya kasih pindah kandang. Kalau dia tidak dengar baru saya panggil dia”, ujar Agapito.

Ia meminta Petrus Yoseph agar segera memindahkan kandang sapi miliknya itu ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga. (***) 

Baca Juga :  Kunjungan Perawatan Korban Kecelakaan dan Sosialisasi Aplikasi JR Care di Rumah Sakit Kota Kupang

Berita Terkait

Dinas Sosial Kabupaten Kupang Bantah Oma Avo Tak Tersentuh Bantuan: “Sudah Tercover BLT Sejak 2020”
Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tampik Tuduhan Anggaran Ganda, Reses dan Pansus LKPJ
Imbas Pemotongan Dana Desa, KPM BLT di Oebelo Dipangkas Drastis Menjadi 15 Orang
Gagal Selesaikan LPJ, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Dinonaktifkan Sementara
Pemdes Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026. Wujud Transparansi dan Keterbukaan Anggaran 
310 Siswa SMP Negeri 1 Kupang Tengah Jalani Ujian Sekolah Berbasis Online.
Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”
Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:50 WITA

Dinas Sosial Kabupaten Kupang Bantah Oma Avo Tak Tersentuh Bantuan: “Sudah Tercover BLT Sejak 2020”

Senin, 20 April 2026 - 19:44 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tampik Tuduhan Anggaran Ganda, Reses dan Pansus LKPJ

Senin, 20 April 2026 - 19:13 WITA

Imbas Pemotongan Dana Desa, KPM BLT di Oebelo Dipangkas Drastis Menjadi 15 Orang

Senin, 20 April 2026 - 18:38 WITA

Gagal Selesaikan LPJ, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Dinonaktifkan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 10:45 WITA

Pemdes Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026. Wujud Transparansi dan Keterbukaan Anggaran 

Sabtu, 18 April 2026 - 22:04 WITA

Yohanis Mase Buka Suara: “Pansus LKPJ dan Reses Tetap Jalan, Tak Ada Anggaran Ganda!”

Sabtu, 18 April 2026 - 21:08 WITA

Bayar Pajak Lebih Mudah, Perlindungan Lebih Pasti, Jasa Raharja Dukung Transformasi Layanan Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 10:39 WITA

Lagi, Hendrikus Djawa Ditetapkan Sebagai Tersangka: Kini Terjerat Kasus ITE di Polda NTT

Berita Terbaru