Kupang, ATN – Akses transportasi di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, akhirnya kembali normal setelah sempat lumpuh total akibat aksi blokade jalan oleh warga setempat.
Protes ini dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah akibat aktivitas kendaraan berat milik perusahaan galian C.
Aksi Protes dan Blokade Jalan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak Rabu pagi, puluhan warga Desa Sumlili, dusun 1 dan 2 turun ke jalan dan memasang pagar pembatas serta batu-batu besar di titik-titik kerusakan terparah.
Warga mengeluhkan debu tebal saat musim kemarau dan kubangan lumpur saat hujan yang membahayakan keselamatan pengendara, terutama anak sekolah dan petani.
“Kami sudah cukup sabar. Jalan ini dibangun untuk mobilitas warga, bukan untuk dihancurkan oleh truk-truk besar yang mengangkut material tanpa peduli perawatan jalan,” ujar salah satu warga dalam aksi tersebut.
Pertemuan Mediasi di Lokasi dan Akses Jalan Dibuka
Merespons situasi yang memanas, Pemerintah Kecamatan Kupang Barat bergerak cepat dengan menginisiasi pertemuan mediasi.
Pertemuan yang berlangsung di lokasi penutupan jalan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak pemangku kepentingan guna mencari solusi permanen.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















