Musyawarah Perempuan Nasional 2024 Digelar. Begini Harapan Kementrian PPPA

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Maret 2024 - 18:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 118 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, AtlasNews.ID – Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mitra INKLUSI bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak (Kemen PPPA), Kementrian PPN/Bappenas mengelar Musyawarah Perempuan Nasional (Munas Perempuan) untuk perencanaan pembangunan tahun 2024.

Kegiatan yang didukung oleh program Kemitraan Australia – Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI) ini berlangsung di Jakarta selama dua hari yakni tanggal 26 dan 27 Maret 2024.

Dalam laporan Penyelenggara Munas Perempuan 2024 yang dibacakan oleh Misiyah, selaku Ketua Dewan Eksekutif KAPAL Perempuan mengatakan, Munas Perempuan ini digelar dalam rangka mewujudkan partisipasi aktif Perempuan dari akar rumput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, partisipasi aktif perempuan, Penyandang Disabilitas dan kelompok marginal sangat diperlukan dalam proses perencanaan pembangunan Indonesia sebagai upaya wujudkan terpenuhinya asas partisipasi dalam tahapan pembangunan.

“Setiap suara dari Perempuan akar rumput berharga karna perempuan akan menjadi aktor sekaligus subjek dalam pembangunan. Oleh karena itu perspektif inklusi iyaa harus dipakai sejak dalam tahapan perencanaan,” ucapnya.

Ia mengatakan, Munas Perempuan kali ini merupakan kegiatan yang kedua sejak digelar pertama kali pada tahun 2023 sebagai wadah perjuangan kepentingan dan aspirasi kelompok rentan dan marginal dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional.

Dalam kegiatan Munas Perempuan yang digelar secara daring yang diikuti oleh seluruh kelompok Perempuan, Penyandang Disabilitas, dan Kelompok Marginal di seluruh Indonesia akan merumuskan masukan terkait rencana pembangunan.

Hasil rumusan masukan kelompok perempuan akar rumput setiap daerah beber Misiyah, akan integrasikan dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045.

Musyawarah Perempuan Nasional 2024 Digelar. Begini Harapan Kementrian PPPA
Foto: Ketua Dewan Eksekutif KAPAL Perempuan, Misiyah.

Lanjut Misiyah, pada helatan Munas Perempuan kali ini, pihaknya menyadari akan tantangan dan hambatan kondisi geografis wilayah Indonesia sehingga kegiatan tersebut digelar dalam dua tahap yaitu secara daring dana luring.

“Kegiatan daring (Online)akan kita lakukan tanggal 26-27 Maret 2024 dan untuk kegiatan secara luring (Offline) akan digelar pada tanggal 19-20 April 2024 di Pulau Bali,” jelasnya.

“Meskipun Munas Perempuan digelar secara daring, tidak menyurutkan animo kami. Terbukti dengan peserta jumlah Munas dari berbagai daerah kali ini sebanyak 2000an orang tersebar di seluruh Indonesia salah satunya di wilayah 3T juga mereka ikut,” tambahnya.

Dalam laporan kegiatan tersebut, Misiyah menyampaikan Munas Perempuan fokus pada 9 isu prioritas sebagai agenda utama yakni, Kemiskinan Perempuan (Perlindungan Sosial), Perempuan Pekerja (Pekerja Migran Indonesia, PRT, Korban Tindak Pidana Perdagangan Organ, Kerja Layak, Pekerja dengan Disabilitas), Penghapusan Perkawinan Anak.

Baca Juga :  Gelar Diskusi Interaktif HAKORDIA 2024, Jasa Raharja Perkuat Komitmen Antikorupsi

Isu prioritas lainnya yaitu, Ekonomi Perempuan, Kepemimpinan Perempuan (Partisipasi Perempuan dalam Pengambilan Keputusan), Kesehatan Perempuan (Kesehatan Mental, Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Perempuan), Perempuan dan Lingkungan Hidup (Pengelolaan Sumber Daya Alam, Masyarakat Adat), Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta perempuan dan Anak yang berhadapan dengan hukum.

Diharapkan Munas Perempuan 2024 dapat memberikan rekomendasi yang konkret dan dapat diimplementasikan oleh Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Munas Perempuan ini sertakan seluruh 38 Provinsi dengan perwakilan dari seluruh Kabupaten/Kota, dan desa di wilayah program INKLUSI, Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA), Kemen PPPA, jaringan organisasi masyarakat yang fokus pada isu perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan, marginal untuk menyuarakan perspektif kesetaraan gender. Dengan semboyan No One Leave Behind untuk pembangunan Indonesia,” ungkap Misiyah dalam pembacaan laporan Panitia, selasa (26/03).

Sementara Plt. Sekretaris Kementrian PPPA, Titi Eko Rahayu saat membuka secara resmi Munas Perempuan, selasa (26/03) mengatakan, kegairahan ini sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan kaum perempuan, anak serta kelompok marginal.

“Munas Perempuan digelar agar terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil sesuai amanah Undang Undang dasar 1945 dan butir butir Pancasila. Pembangunan setiap sektor juga harus mengedepankan prinsip kesetaraan gender dan inklusivitas,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Munas Perempuan ini, Titi Eko Rahayu yakin jika kesetaraan gender yang diberikan sama antara laki laki dan perempuan dalam rencana pembangunan akan menghasilkan kebijakan reprehensif dan juga inklusif.

“Dengan adanya keterlibatan kaum perempuan dan aktif partisipasi dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan program dan anggaran maka langkah positif ini akan lahir perubahan dalam kehidupan masyarakat kita,” harap Titi Eko Rahayu.

Musyawarah Perempuan Nasional 2024 Digelar. Begini Harapan Kementrian PPPA
Foto: Plt. Sekretaris Kementrian PPPA, Titi Eko Rahayu saat membuka kegiatan Musyawarah Perempuan Nasional.

Berita Terkait

Selenggarakan Apel PAM Lebaran 2025, PT Jasa Raharja Siagakan Personel di Seluruh Indonesia untuk Hadapi Arus Mudik dan Balik
Sukseskan Swasembada Pangan 2027, Kementan Percepat Akselerasi Program Oplah Di Kabupaten Kupang
Pastikan Kesiapan Pelayanan Nataru, Jasa Raharja, Kemenhub, dan Korlantas Polri Survei Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Gelar Diskusi Interaktif HAKORDIA 2024, Jasa Raharja Perkuat Komitmen Antikorupsi
Implementasikan Arahan Kementerian BUMN, Jasa Raharja Siap Sukseskan Mudik Nataru 2024 
Tingkatkan Sinergi dan Kolaborasi, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Monev Penegakkan Hukum TW IV 2024
Gugatan Pilkada 2024 Di Mahkamah Konstitusi. Adhitya Nasution: Penetapan KPU Belum Harga Mati
Rivan A. Purwantono: JR Muda 2024, Kunci Transformasi dan Keberlanjutan Jasa Raharja di Masa Depan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:20 WITA

Dukung Mudik Aman Berkeselamatan Jasa Raharja Survey Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di DIY dan Jawa Tengah

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:37 WITA

Gerak Cepat Jasa Raharja Pastikan Jaminan bagi Korban Kecelakaan Kereta Api dan Minibus di Tebing Tinggi, Sumatra Utara

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:15 WITA

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Polres Kupang Bangun 2 Gedung Baru

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:32 WITA

Dana Desa 2026 Dipangkas, Begini Respon Kades Oebelo dan Kades Oefafi!

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:00 WITA

Perkuat Kemandirian Pangan, Kodaeral VII TNI AL Gelar Penanaman Padi Di Desa Oebelo

Minggu, 18 Januari 2026 - 07:55 WITA

Peringati HUT Ke 46, IKSPI Kera Sakti Kabupaten Kupang Gaungkan Semangat Persatuan Antar Perguruan Silat

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:00 WITA

Tingkatkan PAD, Camat Kupang Barat Bakal Revitalisasi Terukur 4 Sektor Pendapatan Pajak dan Retribusi 

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:18 WITA

Bangun Sinergi Optimalisasi PAD 2026, Bupati Yosef Lede Hadiri Rakor Lintas Sektor

Berita Terbaru