Gambaran Politik Pilkada di Kabupaten Kupang
Majunya Yosef Lede sebagai calon Bupati Kupang dahulu mendapatkan perhatian serius dari rakyat. Apalagi Ketua DPRD Kabupaten Kupang periode 2014-2019 itu. Jika dikaitkan dengan isu suku, Yosef Lede bukan berasal dari rahim suku mayoritas yaitu Timor, dimana suku mayoritas Timor masih dianggap sebagai kekuatan atau alasan memenangkan Pilkada yang dibuktikan dengan 15 tahun Pilkada langsung berhasil mendudukan pemimpin berasal dari suku mayoritas.
Pemimpin atau calon pemimpin oleh sebagian besar orang lebih percaya diri dan semakin optimis harus berasal dari suku mayoritas. Calon pemimpin dari suku lainnya masih belum dipercaya. Isu primordial menjadi semakin kental seolah-olah menjadi pesan bahwa calon pemimpin atau Bupati diluar suku Timor belum mendapatkan kepercayaan dari rakyat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Memilih berpasangan dengan Aurum Obe Titu Eki sebagai calon Wakil Bupati pun masih mendapat sorotan tajam. Apalagi Aurum Obe Titu Eki secara usia masih sangat muda dan belum memiliki pengalaman mentereng dalam dunia politik. Aurum Obe Titu Eki saat itu dipandang sebelah mata bahkan dianggap hanya mencari panggung politik semata untuk periode 2029.
Hal ini semakin menjadi nyata dugaan itu melihat hasil Pileg 14 Februari 2024 pun Aurum belum berhasil meraih suara terbanyak untuk duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi NTT.
Isu Politik identitas yang secara tradisional melekat kuat dalam hati rakyat, dalam hati grass root serta kian dikumandangkan saat proses Pilkada berlangsung tahun 2024 itu. Terbukti dari lima pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kupang, tiga pasangan calon adalah putra terbaik yang lahir dari rahim suku mayoritas dan oleh karena itu peluang menang dari tiga pasangan calon itu diatas 75 persen.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















