TINJAUAN DEMOGRAFIS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR.
Berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk Interim tahun 2024, Povinsi Nusa Tenggara Timur memiliki jumlah penduduk sebanyak 5.656.039 jiwa, terdiri dari 2.828.186 laki-laki dan 2.827.853 perempuan.
Laju pertumbuhan penduduknya mencapai 1,62% dibandingkan dengan Sensus Penduduk 2020. Di tahun yang sama, angkatan kerja Peovinsi Nusa Tenggara Timurmencapai 722.854 orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 75,52%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada Tahun 2023, jumlah penduduk miskin di Provisni Nusa Tenggara Timur adalah 1.141,11 ribu orang atau 19,96% dari total penduduk, naik dari 1.131,62 ribu orang atau sekitar 20,05% pada Tahun 2022. Namun demikian, Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami penurunan, turun sebesar 0,3 poin dan 0,13 poin dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, nilai Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk jenjang pendidikan SD/MI di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 111,35 lebih tinggi dari APK jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Angka Partisipasi Murni (APM) untuk SD adalah 95,98, turun 0,1 poin dari tahun sebelumnya. APM untuk jenjang sekolah menengah mengalami kenaikan, dengan peningkatan 3,42 poin untuk SMP/MTs dan 2,15 poin untuk SMA/SMK/MA.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan sebuah indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan membangun kualitas hidup manusia.
IPM dapat digunakan sebagai penentu keberhasilan pembangunan di suatu wilayah atau negara. Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan serta memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki IPM yang relatif rendah dibandingkan dengan Provinsi lain di Indonesia dengan menempati posisi ke 3 dari belakang.
Ini menunjukkan bahwa ada ruang untuk perbaikan di beberapa area kunci yang ditekankan oleh IPM dan teori kesejahteraan. Merujuk pada angka IPM tersebut, strategi pembangunan yang terintegrasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Timur perlu di tinjau ulang.
Sektor kesehatan misalnya, berdasarkan data BPS, Pada tahun 2023, fasilitas kesehatan yang tersedia di Provinsi Nusa Tenggara Timur antara lain 55 Unit Rumah Sakit, 1 Rumah Sakit Bersalin, 113 Poliklinik, dan 414 Puskesmas,. Jumlah tersebut tentu masih sangat minim jika di bandingkan dengan proyeksi jumlah penduduk Peovinsi Nusa Tenggara Timurdi tahun 2024 yang berada di atas 5 juta penduduk.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















