Terdapat dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi yang cukup besar, yaitu Lapangan
Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang; dan Lapangan Usaha Jasa Perusahaan, masing-masing dengan angka -0 persen, dan -0 persen.
Di sisi lain, enam lapangan usaha mencatat pertumbuhan di atas 5 persen pada tahun 2023, yaitu Lapangan Usaha Perdagangan sebesar 5,50 persen; Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 7,33 persen; Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 8,16 persen; Lapangan Usaha Akomodasi dan Mamin sebesar 10,71 persen; dan Lapangan Usaha Pengadaan Listrik sebesar 12,15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertumbuhan ini terjadi akibat peningkatan permintaan pada lapangan usaha tersebut. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki porsi terbesar dalam PDRB Provinsi Nusa Tenggara Timur , mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,46 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan pertumbuhan 3,77 persen pada tahun 2022.
Dalam analisis terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2023 dengan menggunakan teori pembangunan ekonomi dan industrialisasi, kita dapat melihat beberapa aspek yang relevan.
Pertama, terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang merupakan sektor tradisional dan memiliki kontribusi besar terhadap PDRB Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sebagai kabupaten dengan sektor pertanian yang kuat, pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur sangat dipengaruhi oleh performa sektor ini. Kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dapat mengindikasikan tantangan dalam diversifikasi ekonomi.
Teori pembangunan ekonomi menekankan pentingnya transformasi struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa yang lebih maju. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan adalah investasi.
Penyebab kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian bisa jadi karena faktor investasi yang kurang memadai. John W. Mellor menyatakan bahwa investasi dalam sektor-sektor yang memperluas lapangan pekerjaan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi .
Dalam konteks ini, pertumbuhan positif pada sektor industri pengolahan (6733 persen) bisa diinterpretasikan sebagai langkah awal dalam proses industrialisasi. Seperti yang dikemukakan oleh Paul Bairoch bahwa pertumbuhan industri adalah kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah .

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















