Transformasi Ekonomi dan Industrialisasi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 592 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdapat dua lapangan usaha yang mengalami kontraksi yang cukup besar, yaitu Lapangan

Usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang; dan Lapangan Usaha Jasa Perusahaan, masing-masing dengan angka -0 persen, dan -0 persen.

Di sisi lain, enam lapangan usaha mencatat pertumbuhan di atas 5 persen pada tahun 2023, yaitu Lapangan Usaha Perdagangan sebesar 5,50 persen; Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 7,33 persen; Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 8,16 persen; Lapangan Usaha Akomodasi dan Mamin sebesar 10,71 persen; dan Lapangan Usaha Pengadaan Listrik sebesar 12,15 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan ini terjadi akibat peningkatan permintaan pada lapangan usaha tersebut. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki porsi terbesar dalam PDRB Provinsi Nusa Tenggara Timur , mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,46 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan pertumbuhan 3,77 persen pada tahun 2022.

Dalam analisis terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2023 dengan menggunakan teori pembangunan ekonomi dan industrialisasi, kita dapat melihat beberapa aspek yang relevan.

Pertama, terdapat perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang merupakan sektor tradisional dan memiliki kontribusi besar terhadap PDRB Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebagai kabupaten dengan sektor pertanian yang kuat, pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur sangat dipengaruhi oleh performa sektor ini. Kontraksi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dapat mengindikasikan tantangan dalam diversifikasi ekonomi.

Teori pembangunan ekonomi menekankan pentingnya transformasi struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa yang lebih maju. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan adalah investasi.

Penyebab kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian bisa jadi karena faktor investasi yang kurang memadai. John W. Mellor menyatakan bahwa investasi dalam sektor-sektor yang memperluas lapangan pekerjaan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi .

Dalam konteks ini, pertumbuhan positif pada sektor industri pengolahan (6733 persen) bisa diinterpretasikan sebagai langkah awal dalam proses industrialisasi. Seperti yang dikemukakan oleh Paul Bairoch bahwa pertumbuhan industri adalah kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi suatu wilayah .

Baca Juga :  Upaya Majukan Pariwisata Labuan Bajo, La Moringa Lakukan Kerja Sama Dengan Maskapai Penerbangan Air Asia

Berita Terkait

Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?
Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “
Melalui Program Asta Rinja: Peningkatan Kinerja Organisasi, Legitimasi dan Reputasi Menuju Perubahan
Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:18 WITA

Maladministrasi, Penjaringan Bakal Calon Kades Oesusu Diulang!

Selasa, 8 September 2026 - 19:16 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Kapolres Kupang Kunjungi Yonif 743/PSY Naibonat

Selasa, 8 September 2026 - 12:21 WITA

Ketika Angka Mengunci Nasib: Sengkarut Perubahan Desil dan Jeritan Warga Miskin Terdepak Bantuan

Selasa, 8 September 2026 - 09:15 WITA

Kadis PMD Kabupaten Kupang Tegaskan Panitia Pilkades Harus Netral dan Administrasi Calon Wajib Lengkap

Selasa, 8 September 2026 - 07:45 WITA

Kawal Program Presiden, Bupati Yosef Lede Tinjau Lahan KNMP di Desa Tablolong, Minta Tidak Ada Penolakan

Senin, 7 September 2026 - 10:17 WITA

Buntut Video Viral, Kapolres Kupang Tegas: Tidak Ada Toleransi bagi Oknum Lantas yang Melanggar!

Senin, 7 September 2026 - 09:20 WITA

Viral Video Dugaan Pungli 14 Detik di Jalan Trans Timor, Oknum Polantas Kupang Diperiksa Propam!

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WITA

Absalom Buy Apresiasi Bupati Yosef Lede, Respon Cepat Atasi Krisis Jaringan Telekomunikasi di Pulau Semau

Berita Terbaru