Oelamasi, AtlasNews. ID – Miris! sejumlah pegawai di puskesmas Tarus di mutasi secara mendadak usai menanyakan uang kegiatan BOK dan Insentif BOK tahun anggaran 2023.
Pegawai Puskesmas Tarus juga merasa aneh aneh dengan perilaku kepala puskesmas Tarus Kabupaten Kupang Marsela Masneno dan Ketua Tim Mutu Puskesmas Tarus Rifi Noning.
Bagi para pegawai perilaku tersebut layaknya “tangan besi”. Sungguh sangat tidak manusiawi dan terkesan membungkam pegawai untuk tidak menuntut haknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pengakuan salah satu pegawai berinisial E (39) mengatakan perilaku kepala puskesmas dan ketua program mutu bukan baru pertama kali mereka rasakan namun sudah berulang kali.
Bahkan para pegawai senior yang selama bertahun- tahun bekerja di bawah kepemimpinan Marsela Masneno merasa dalam penindasan dan terintimidasi namun pegawai takut bersuara.
Karena selama ini kepala puskesmas dan ketua program mutu selalu mengintimidasi mereka untuk dipindahkan bila melawan dengan kehendaknya.
“Pegawai disini seperti dalam Neraka. ibu Marsela dan ibu Rifi terlalu otoriter dan tidak punya hati. Kami pertanyakan hak kami kok malah dibungkam, bukannya cari solusi untuk membayar hak-hak kami, malah kami di buang ke pustu. Saya sendiri ditempatkan di Pustu Oelnasi karena selama ini saya sering menanyakan soal penggunaan anggaran yang tidak sesuai dan juga pembagian program yang tidak merata.Ini berdampak pada penerimaan uang kegiatan BOK,insentif BOK maupun JKN”, ujar E, pada Sabtu (11/01/2025).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















