Salah satu staf kesekretariatan Bupati Kupang kepada media ini mengaku takut dan panik usai kejadian.
Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan detik detik mencekam pasca puluhan massa memaksa masuk sempat membuat dirinya dan empat staf lainya shock.
“Awalnya kami dengar ada ribut ribut diluar ruangan, karna hal itu, kami memutuskan untuk mengunci pintu dan lari menuju ruangan Kabag Umum, seketika didobrak paksa oleh mereka,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menuturkan, saat berada di dalam ruangan Bupati Kupang, massa aksi mempertanyakan keberadaan Bupati Kupang.
“Saat mereka berhasil masuk, kami dengar mereka berteriak dan mempertanyakan keberadaan Bupati. Memang saat mereka datang Pak Bupati sedang berada di DPRD mengikuti sidang. Massa kemudian berteriak jika pada papan masih tertera Bupati ada diruangan sehingga mereka semakin berteriak kencang,” ungkapnya.
Sumber mengatakan, kepanikan yang dialami dirinya dan staf lainnya tidak hanya soal keselamatan diri namun, terdapat beberapa berkas penting yang masih berada diatas meja kerja.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















