Kupang, ATN – Realita warga desa yang berada di wilayah pelosok Kabupaten Kupang sangat memprihatinkan.
Akses komunikasi digital yang memadai kini telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, tak terkecuali bagi warga di wilayah pedesaan di Kabupaten Kupang.
Namun, realita di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan infrastruktur telekomunikasi yang signifikan, yang berdampak langsung pada pelayanan pemerintahan desa dan aktivitas ekonomi warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini disuarakan langsung oleh Kepala Desa Hueknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang yang mewakili aspirasi masyarkat yang juga merupakan keluhan warganya.
Kades Hueknutu, Eliakim Oematan, yang ditemui AtlasNews, Selasa (01/04/2026) mengatakan, keterbatasan jaringan seluler bukan hal baru, melainkan persoalan menahun yang sudah dirasakan sejak teknologi telepon genggam mulai masuk ke wilayah tersebut.
Menurutnya, ketiadaan sinyal yang stabil menciptakan efek domino yang menghambat kemajuan desa di berbagai sektor.
Pihaknya sebagai Pemerintah Desa kerap mengalami Keterlambatan Informasi Pemerintahan.
Aparat desa seringkali terlambat menerima instruksi atau koordinasi penting dari pemerintah pusat maupun kabupaten karena kendala koneksi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















