Senada dengan yang disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Wakapolri Komjen Ahmad Dofiri menambahkan bahwa penerapan one way bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Pemberlakuan one way itu tergantung situasi kondisi di lapangan. Jadi sebelumnya kami tentukan jadwal sesuai dengan waktu. Ternyata sebelum itu,kepadatan sudah mulai mengekor. Oleh karena itu, kebijakan di lapangan langsung dilakukan one way nasional. Kami harap para pemudik jangan sampai menunggu kapan one-way diberlakukan. Kemarin sempat terjadi kepadatan karena pemudik menunggu pemberlakuan one way, padahal rekayasa ini kita berlakukan sesuai dengan situasi dan kondisi”, ujarnya.
Saat ini, pihak Polri, Kementerian Perhubungan, dan semua stakeholder terkait terus memantau situasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi dari Jasa Marga, diperkirakan akan ada 2,1 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta hingga H+2 Idulfitri 2025. Hingga pagi ini, sudah 1,2 juta kendaraan yang melintas, artinya 60% arus mudik telah terjadi.
“Skema-skema rekayasa seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap mudah-mudahan akan memperlancar arus mudik kali ini”, harapnya.
Sebagai salah satu BUMN stakeholder utama dalam Operasi Ketupat 2025, PT Jasa Raharja turut mendukung kelancaran arus mudik dengan berbagai upaya mitigasi risiko kecelakaan.
Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana mengingatkan para pemudik untuk memahami rekayasa lalu lintas yang diberlakukan oleh Korlantas Polri dan Jasa Marga, serta mengikuti instruksi petugas di lapangan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















