Kolaborasi dan Dampak Multi Sektor
Melki-Johni juga menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah di NTT untuk mengekstraksi program-program berbasis carbon credit. Program ini diharapkan berdampak pada:
1. Meningkatkan Pendapatan Perkapita – Melalui pendapatan tambahan dari karbon kredit yang dikelola daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Pengurangan Kemiskinan – Dengan menciptakan lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau.
3. Keberlanjutan Lingkungan – Melindungi kawasan hutan, mangrove, dan ekosistem laut dari kerusakan.
Komitmen Menuju NTT Mandiri
Melki-Johni meyakini bahwa transformasi ekonomi NTT harus dimulai dari keberanian untuk mengeksplorasi peluang baru seperti carbon credit, tanpa melupakan penguatan sektor tradisional seperti pertanian, kelautan, dan pariwisata.
“Jika kita bisa mengoptimalkan potensi karbon kredit, NTT tidak hanya akan menjadi pelopor ekonomi hijau di Indonesia, tetapi juga mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan”, tutup Melki.
Gagasan Melki-Johni tentang carbon credit membawa angin segar bagi masyarakat NTT yang merindukan terobosan baru dalam pembangunan ekonomi.
Dengan langkah yang terencana dan koordinasi yang kuat, NTT berpotensi menjadi model pembangunan berbasis keberlanjutan di tingkat nasional. Solusi ini diyakini akan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan ekonomi NTT. (*)

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















