Oelamasi, AtlasNews.ID – Para tokoh perempuan Kabupaten Kupang yang tergabung dalam organisasi perempuan, kelompok disabilitas, kelompok marginal hingga komunitas perempuan sampaikan sejumlah usulan pada Musayawarah Perempuan Nasional 2024 (Munas Perempuan) secara daring agar dimasukkan dalam perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan terhadap usulan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Kegiatan berlangsung di aula pertemuan Bupati Kupang, 26-27 Maret 2024 yang secara serentak diikuti oleh peserta lain dari seluruh Indonesia secara daring.
Pada kesempatan tersebut, Direktur PEKA-PM, Delmyser Maka Ndolu kepada media usai kegiatan mengatakan, Munas Perempuan yang dilaksanakan di Jakarta secara daring diikuti adalah lanjutan dari kegiatan Musda Perempuan Daerah yang telah dilakukan pada tanggal 12 Maret 2024 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini, usulan dari Musda Perempuan Daerah ditampilkan lagi bersama dengan agenda 9 isu prioritas untuk kita lengkapi dengan masukan baru dari komunitas perempuan, kelompok disabilitas, dan kelompok marginal menjadi lengkap,” ucap Delmyser Maka Ndolu, Rabu (27/03).

Elmi Ismau dari Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Geramin) mengatakan, Geramin NTT juga telah melakukan Pra Musyarawah Nasional pada tanggal 7-8 Maret 2024 di tingkat desa bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Kami hadir pada kegiatan hari ini sebagai mitra Inklusi dengan melakukan langkah kolaborasi bersama antara Geramin dan PEKA-PM dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Elmi Ismau berharap dengan berlangsungnya Munas Perempuan tahun 2024 ini, usulan terkait 9 isu prioritas akan masuk dalam RPJMN dan RPJMD pada tingkat pemerintah daerah baik Provinsi maupun di Kabupaten Kupang yang akan ditindak lanjuti oleh OPD terkait. Ia juga mengungkapkan rasa bangganya dapat bekerja bersama mitra Inklusi lainnya demi kepentingan bersama.
“Saya senang untuk pertama kali Geramin dapat berkolaborasi dengan PEKA-PM sehingga teman teman perempuan dapat lebih belajar bersama kaum difabel,” ujarnya.
Elmi Ismau menyoroti dua dari sembilan isu prioritas yang dibahas pada Munas Kali ini, yakni kekerasan terhadap perempuan, anak dan penyandang disabilitas yang masih tinggi, serta minimnya kepemimpinan perempuan dan penyandang disabiltas di Kabupaten Kupang.

Hal senada diungkap Yerni Selly Bolu, Wakil Direktur PEKA-PM usai mengikuti Musyawarah Perempuan Nasional secara daring pada hari kedua.
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan wadah aspirasi masyarakat sebagai kelompok penerima manfaat program pembangunan untuk mendengarkan langsung terkait persoalan dasar yang dialami kelompok masyarakat di daerah.
“Kami berharap aspirasi dari kaum Perempuan, kelompok Disabilitas, dan kelompok Marginal dari kami di akar rumput bermanfaat bagi dokumen perencanaan pembangunan nasional,” terangnya.
Masih menurut Yerni Selly Bolu, usulan dari daerah yang telah disampaikan akan menghasilkan dua dokumen perencanaan pembangunan yakni pada tingkat nasional dan daerah.
“Ini adalah salah satu aspirasi masyarakat untuk advokasi pemenuhan haknya kepada kelompok rentan terutama pada kelompok Peremupan, masyarakat miskin, Disabilitas, kelompok Marginal yang selama ini terabaikan,” ucapnya.
“Kami yang hadir saat ini sebanyak 110 orang tokoh perempuan. Kami juga sebagai bagian dalam deklarasi bahwa kekuatan perempuan itu ada. Ketika perempuan diberikan ruang dan kesempatan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan maka kesejahteraan itu akan meningkat,” tambahnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















