Oleh : Pendeta Doddy Oktavianus
ATN – Gereja adalah rumah bersama rumah persekutuan, tempat iman dirawat, dan moral serta etika diajarkan sejak kanak-kanak. Di sanalah nilai-nilai kehidupan dibentuk, bukan hanya untuk kebutuhan rohani, tetapi juga untuk membangun karakter dan kehidupan bermasyarakat.
Sejalan dengan itu, Dietrich Bonhoeffer dalam bukunya *Life Together* menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan hidup orang percaya di dalam Kristus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehidupan bersama itu adalah anugerah, di mana setiap orang dipanggil untuk saling membangun, menopang, dan bertumbuh dalam iman. Karena itu, gereja pada hakikatnya adalah komunitas yang hidup rumah bagi banyak orang untuk mengalami kasih, pengharapan, dan pertumbuhan.
Namun, membangun sebuah rumah persekutuan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan biaya dan energi yang besar. Seringkali, tanpa disadari, beban berat itu harus ditanggung oleh jemaat sendiri bukan karena mereka berkelimpahan, tetapi karena kecintaan yang mendalam pada persekutuan di dalam Kristus.
Dengan setia mereka memberi dari keterbatasan, berkorban waktu, tenaga, bahkan kenyamanan hidup, demi melihat rumah Tuhan berdiri dan menjadi tempat berkat bagi banyak orang. Tidak sedikit gereja yang harus berjuang bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk dapat memiliki tempat ibadah yang layak.
Di tengah keterbatasan itu, menjadi suatu hal yang patut disyukuri ketika ada pihak-pihak yang melihat nilai besar dari kehadiran gereja, lalu tergerak untuk menjadi mitra dalam pembangunan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















