“Jadikan lomba ini sebagai momentum untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan antar jemaat. Menang atau kalah adalah bagian dari proses pembelajaran. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan, sportivitas, serta niat tulus untuk memuliakan Tuhan melalui talenta yang diberikan. Dan jangan ragu akan penilaian para juri”, ujarnya.
Kepada Dewan Juri, Bupati berharap agar penilaian dilakukan secara objektif, adil dan profesional. Ia memuji kualitas tiga juri dalam lomba seni musik pesparawi ini, diantaranya Relin Yosi Huka, M.Sn, Max Jacob Bolla, SP, M.Si dan Paskalis Romi Langgu, S.Sn,M.Ars. Ketiganya adalah juri profesional, bersertifikat sebagai juri nasional.
Sementara Ketua Harian LPPD Provinsi NTT Yorhanz Lopis dalam sambutannya mengatakan, berbicara pesparawi bagi orang Kabupaten Kupang bukan hal baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah banyak prestasi yang diukir oleh orang-orang Kabupaten Kupang baik tingkat regional maupun nasional, dengan membawa pulang medali emas saat mengikuti kompetisi lomba pesparawi nasional.
Ia pun akui kualitas Bupati Kupang Yosef Lede dalam olah vokal paduan suara. “Yang kami ketahui di Lembaga Pesparawi NTT, bapak Bupati Kupang Yosef Lede adalah orang paduan suara dan sudah pernah selenggarakan pesparawi di gereja beliau yaitu di GMIT Noelsinas. Beliau juga pernah ikut mendampingi paduan suara anak Kabupaten Kupang Tahun 2018 saat pesparawi nasional ke 12 di Pontianak”, tandasnya.

Lanjut Yorhanz Lopis katakan, jadi kalau hari ini terselenggara pesparawi yang cukup meriah dan heboh di Kabupaten Kupang, dipercayai pasti ada anak Tuhan yang diberkati di balik kegiatan ini, dialah Bupati Kupang Yosef Lede.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















