Pada kesempatan tersebut, Pendeta Hengky juga mengakui kreatifitas dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan rasa syukur kelahiran Yesus dalam setiap pohon natal yang di tampilkan.
Dan ia mengaku puas dengan jawaban dari para peserta dalam menjelaskan akan makna natal.
“Ketika kami bertanya, mereka begitu bagus menjelaskan apa yang mereka buat, makna natal untuk perkembangan iman, bagi lingkungan dan bagi diri mereka sendiri”, sebutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Pendeta Hengky menjelaskan jika terselenggaranya kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat NTT khususnya warga Kabupaten Kupang mampu berkreasi.
“Kita harus beri pemahaman jika NTT bukan berada di bawah garis kemiskinan, NTT bukan rumah kebodohan tetapi Tuhan sudah menanamkan berkat berlimpah dengan budaya yang beraneka ragam dan semuanya tergambar dalam setiap pohon natal yang telah di tampilkan oleh para peserta”, ucapnya.
“Sepanjang penilaian kami hari ini ada begitu banyak kreasi para peserta yang menonjolkan budaya Timor dan budaya lokal NTT. Ini bukti syukur kita atas kehadiran budaya yang begitu luar biasa yang Tuhan beri. Bagi peserta yang sudah hadirkan sentuhan budaya lokal dalam setiap ornamen natal harus dipertahankan”, tambahya.
Pendeta Hengky Abineno berharap kegiatan positif ini tidak hanya digelar tahun 2024 saja namun secara continue akan kembali di lakukan di tahun depan hingga akhir masa kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Titu Eki.
“Semoga kegiatan ini akan berlanjut di tahun tahun yang akan datang. Ini akan menjadi wadah menyalurkan kreatifitas sekaligus akan menjadi wisata rohani di Kabupaten Kupang”, tutupnya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















