Pelita Prabu akan menjadi bagian dalam pengelolaan MBG lewat jalur mandiri dimana pihaknya akan menggunakan vendor dalam mengatur setiap anggota ormas pelita prabu terlibat dalam program tersebut.
“Dalam jalur mandiri ini terbuka untuk yayasan mana saja yang ambil bagian ini akan di berikan kesempatan termasuk Pelita Prabu”, jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk saat ini ungkap Yosef, Pelita Prabu masih menanti proses dari vendor guna ikut sertakan pihaknya dalam program MBG.

Dalam keterangannya, Yosef Fomeni juga menegaskan jika dalam proses perekrutan anggota, pihaknya tidak pernah memberikan janji pekerjaan dan upah pada setiap anggota.
“Kami hanya katakan, organisasi ini adalah wadah bagi semua yang mau bergabung sebagai relawan, siapa tahu kedepan ada berkat buat kita, itulah berkat kita. Untuk menjanjikan pekerjaan itu tidak pernah”, ucapnya.
Lebih lanjut Yosef Fomeni menegaskan terkait informasi Badan Gizi Nasional yang tidak memberikan mandat kepada ormas untuk mengelola MBG adalah tidak benar.
Hal tersebut dibuktikan dengan hasil koordinasi dirinya dengan Sekjen Pelita Prabu di Jakarta.
“Beliau sampaikan untuk tidak pernah percaya apa yang disampaikan lewat media, karna berita tersebut hanya akan meresahkan anggota kami. Kami tetap percaya dan komitmen bahwa kami tetap ada”, terangnya.
Dirinya juga mengharapkan kepada semua masyarakat Kabupaten Kupang untuk tidak mempercayai media. Karna menurutnya pemberitaan media belum tentu benar.
“Apa yang bapak lihat maka tulislah itu, jangan ditambah tambah, karna jika ditambah akan jadi pemicu. Masyarakat akan terpancing dan terprovokasi. Sehingga kalau kita beri pemahaman masyarakat sudah berpegang pada pernyataan berita yang dipublikasikan media”, ujarnya.
“Saya berharap kepada awak media agar menulis sesuai dengan apa yang didengar, kalau iya katakan iya, kalau tidak katakan tidak itu orang jujur, dan orang jukur diberkati Tuhan”, pungkasnya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















